Thursday, March 29, 2012

USAHA WARUNG TEGAL (WARTEG)

PROSPEK USAHA


Warung Tegal adalah salah satu jenis usaha gastronomi yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Biasa juga disingkat Warteg, nama ini seolah sudah menjadi istilah generik untuk warung makan kelas menengah ke bawah di pinggir jalan, baik yang berada di kota Tegal maupun di tempat lain, baik yang dikelola oleh orang asal Tegal maupun dari daerah lain.


      Warung tegal pada awalnya banyak dikelola oleh masyarakat dari tiga desa di Tegal yaitu warga desa Sidapurna, Sidakaton & Krandon, Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal. Mereka mengelola warung tegal secara bergiliran (antar keluarga dalam satu ikatan famili) setiap tiga sampai empat bulan.
Hidangan-hidangan di warteg pada umumnya bersifat sederhana dan tidak memerlukan peralatan dapur yang sangat lengkap. Nasi goreng dan mi instan hampir selalu dapat ditemui, demikian pula makanan ringan seperti pisang goreng, minuman seperti kopi, teh dan minuman ringan. Beberapa warung tegal khusus menghidangkan beberapa jenis makanan, seperti sate tegal, gulai dan minuman khas Tegal teh poci.Yang unik dari bisnis Warteg ini, meski melayani masyarakat menengah ke bawah, hasil yang didapatkan cukup besar. Hal ini terbukti dari tingkat ekonomi para pengusaha Warteg yang cukup membanggakan. Di tempat asal pengusaha warteg, kita tidak perlu heran menyaksikan rumah-rumah mewah dibangun di sana. Rumah-rumah itu kebanyakan milik para pengusaha Warteg yang membuka usaha di Jakarta.
TIPS KEBERHASILAN USAHA
Dalam menjalankan usaha warteg, maka perlu diperhatikan faktor-faktor yang menunjang keberhasilan usaha, antara lain :
  • Lokasi usaha
  • Makanan yang ditawarkan
  • Harga jual
  • Kontinuitas bahan baku
  • Tenaga kerja
 FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA
 Faktor kritis yang harus diperhatikan ialah :
  • Kebersihan
  • Ketersediaan air
  • Ketersediaan tenaga kerja yang handal
  • Persaingan usaha
 TEKNIS MELAKUKAN USAHA
Pedoman dalam melaksanakan usaha warteg ini dapat dilihat dalam tahapan sebagai berikut :
  1. Menetapkan sasaran pembeli
  2. Melakukan analisis pesaing, dengan mendidentifikasi pesaing yang sudah terlebih dahulu melakukan kegiatan usaha.  Kemudian lakukan analisis secara sederhana.
  3. Menyiapkan menu makanan yang bervariasi dengan harga yang murah.
  4. Lokasi usaha dibuat dengan standar layaknya warteg
  5. Modal awal yang mencukupi
  6. Pengorganisasian usaha jelas, siapa mengerjakan apa.
  7. Mengetahui daftar belanja bahan baku antara lain :
    1. Beras
    2. Kelapa
    3. Tempe
    4. Kacang Panjang
    5. Air
    6. Ayam
    7. Hati Sapi
    8. Petai
    9. Daging Giling
    10. Telur
    11. Sayuran
    12. Bumbu Dapur
    13. Kertas Pembungkus
    14. Dsb
  1. Menetapkan biaya-biaya, seperti biaya tenaga kerja, biaya peralatan; biaya listrik, biaya air bersih; biaya bahan bakar dll.

ASPEK LEGALITAS
Untuk memulai menjalankan usaha ini ijin legal belum begitu diperlukan, anda cukup mengurus izin usaha dari RT/RW atau keamanan setempat. Selanjutnya bisa dilakukan secara bertahap, apabila usaha makin ramai makin laris, izin usaha harus sudah mulai dilengkapi.
                                                                              

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...